Daging Kurban Tidak Boleh Diberikan ke Nonmuslim, Bagaimana Solusinya?

Bukit indah
JIGANG.ID - Di dalam literatur fikih daging kurban yang disembelih ketika hari raya Iduladha dan tasrik tidak boleh diberikan kepada nonmuslim, sebab ini berkaitan dengan ibadah, jadi tidak boleh dicampuradukkan dengan hubungan sosial. Soal alasan-alasan yang lain tidak perlu dibutuhkan sebab agama adalah riwayat, bukan soal kecenderungan. 

Lebih baik, kita cari solusinya agar hubungan baik antara muslim dengan nonmuslim tetap terjaga. Apalagi, jika ada tetangga-tetangga kita yang beragama lain. Sebagai tetangga kan tidak enak juga kalau ada daging kambing gratis yang berlimpah itu tidak dibagikan juga kepada mereka. Di sisi lain, mungkin nonmuslim itu juga sering berbuat baik kepada kita, entah sebagai tetangga ataupun sebagai teman. 

Daripada menaruh saling curiga, lebih baik kita saling memberi, karena memberi juga diajarkan oleh agama islam. Berbuat baik juga dianjurkan oleh Islam, jadi memberi daging kurban kepada nonmuslim bagian dari keniscayaan. 

Lalu bagaimana solusinya agar kita tetap bisa memberikan daging kurban kepada nonmuslim?

Begini, yang pertama jika kita berkurban, entah kambing entah sapi, entah kerbau entah unta, maka daging itu tidak boleh secara langsung kita berikan kepada nonmuslim. Alasannya seperti di paragraf pertama tadi. 

Jadi caranya daging kurban yang masih mentah itu, kita berikan terlebih dahulu kepada muslim, tapi sambil bisik-bisik bahwa nantinya daging tersebut disisihkan untuk diberikan kepada nonmuslim. Sebab, daging yang kita berikan kepada muslim itu sudah menjadi hak milik, jadi boleh diberikan kepada siapapun yang diinginkan si pemilik daging tersebut. 

Mudah, kan? 

Post a Comment for "Daging Kurban Tidak Boleh Diberikan ke Nonmuslim, Bagaimana Solusinya?"