Mengapa Dilarang Memotong Rambut dan Kuku Hingga 10 Dzulhijjah?

Kambing kurban

JIGANG.ID - Di dalam hadis riwayat Imam Muslim dalam Sahih Muslim disampaikan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda;

"Barang siapa yang mempunyai hewan untuk disembelih di hari raya Iduladha, maka saat awal bulan Zulhijjah, maka hendaknya ia tidak memotong kuku dan mencukur rambut hingga hewan sembelihan tersebut disembelih" (HR. Muslim) 

Dari hadis tersebut, mungkin muncul pertanyaan mengapa memotong kuku dan mencukur rambut itu dilarang? Hal ini disampaikan oleh Gus Rum di saluran Youtubenya dengan mengutip ceramahnya Habib Umar bin Hafid di Yaman.

Alasan yang pertama adalah, supaya ampunan Allah sempurna hingga kuku dan rambutnya, oleh karena itu jika seseorang mempunyai hewan untuk disembelih di hari raya Iduladha, hendaknya ia menahan diri untuk tidak memotong kuku dan mencukur rambutnya.

Bila sudah dipotong kuku dan dicukur rambunya, dikhawatirkan ampunan Allah meninggalkan dosa-dosa dari kuku dan rambutnya tersebut. 

Alasan yang kedua adalah supaya menyerupai orang haji, karena orang haji tidak boleh memotong kuku dan mencukur rambut.

Perlu diberi catatan juga di sini bahwa larangan memotong kuku dan mencukur rambut tersebut tidak sampai pada level haram, tetapi hanya makruh saja. 

Jika ingin memberikan daging tersebut kepada nonmuslim, maka ada cara-cara tersendiri, sebab orang nonmuslim tidak berhak diberikan daging kurban sebagai ibadah.

Demikian adalah alasan mengapa dilarang memotong kuku dan mencukur rambut hingga 10 Zulhijjah.

Post a Comment for "Mengapa Dilarang Memotong Rambut dan Kuku Hingga 10 Dzulhijjah?"