Biografi Pengarang Maulid Simthudduror dan Sejarahnya

Biografi Mu’alif dan Sejarah Maulid Simthudduror. Maulid Simthudduror sudah masyhur di kalangan masyarakat Indonesia. Maulid simthudduror masuk ke Jawa (Indonesia) oleh Al-Habib Muhammad bin Idrus Al-Habsy atas perintah langsung oleh Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi. 

biografi Habib alwi al-idrus alhabsyi
jigang.id

Beliau Al-Habib Muhammad bin Idrus Al-Habsyi memulai pengembaraan dan menyebarkan Maulid Simthuddoror melaui Haflah Maulid Akhir Khamis beliau memulainya di daerah Jatiwangi Cirebon dan berpindah pindah. 

Terakhir maulid ini diadakan di Masjid Ampel Surabaya tahun 1919 M, sebelum Habib Muhammad wafat, dan pada waktu itu Habib Muhammad diserahkan kepada Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi Kwitang (Jakarta). Oleh Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi Maulid Simthudduror langsung disebarluaskan pada tahun 1919 M di Jakarta. Jadi Maulid Simthudduror masuk ke Indonesia sebelum tahun 1919 M.

Mengenai mu’alif Maulid Simthudduror yaitu Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, beliau lahir di kota Qasam, Hadramaut, Yaman pada 24 syawal 1259 H/1843 M. Beluai Al-Habib Ali merupakan putra pasangan dari Ibunda yang bernama Hababah Alawiyah binti Husein Al-Jufri dan Ayahandanya Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi. Ayahanda Habib Ali yaitu Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi termasuk mufti pada masa itu. Pendidikan keilmuan dan agama Habib Ali Al-Habsyi berasal dari ayahnya sendiri. 

Setelah keluarganya berpindah-pindah tempat (nomaden), orang dahulu sering berpindah-pindah tempat di maksudkan agar mendapat pengalaman yang banyak dan tidak monoton. Kemudianj beliau dan keluarganya menetap di Yaman tepatnya di daerah Kota Seiwun. Kemudian Al-Habib Ali Habsyi juga sempat menuntut ilmu di Makkah selama kurun waktu 3 tahun.

Setelah 3 tahun menuntut ilmu di Makkah, Habib Ali Al-Habsyi kembali ke kediamannya di Seiwun Yaman beliau membangun masjid yang diberi nama Riyadh beliau dekenal sangat alim dan mengarang Maulid Simthudduror. 

Maulid Simthudduror yang beliau karang ini berisi untaian ringkasan sejarah Nabi Muhammad yang fokus pada sebelum dilahirkannya Rasulullah, masa kecil, masa diutusnya Nabi Muhammad SAW menjadi Rasul dan dibahas juga tentang Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Selain itu kitab Maulid Simthudduror ini berisikan juga untaian mutiara dan indahnya akhlak dan kepribadian Rasulullah tentang kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW.

Beliau Al-Habib Ali Al-Habsyi memang sudah lama menginginkan untuk menyusun kitab maulid. Kemudian putranya datang menemuinya dengan membawa kertas dan pena kemudian putranya berkata kepada sang ayah,“mulailah sekarang”. 

Langsung Al-Habib Ali Al-Habsyi langsung memulainya. Begitu cintanya beliau terhadap Rasulullah sangat mendalam. Mulailah Habib Ali Al-Habsyi menyusun Maulid Al-Habsyi pada usia 68 tahun. Beliau tidak menulis melainkan mendiktekannya kepada putra sulungnya, Habib Muhammad bin Ali. Pendiktean ini berlangsung dalam tiga majelis. Pada bagian pertama beliau Al-Habib Ali Al-Habsyi bagian khutbahnya saja. Seusai mendiktenya Habib Ali menyuruh putranya untuk membacakannya.

Selanjutnya Simthudduror disempurnakan pada majelis ketiga berlangsung pada hari selasa awal Rabi’ul Awal pada tahun yang sama juga. Setelah selesai Al-Habib Ali Al-Habsyi kemudian berkata, “Maulid ini sangat menyentuh hati karena baru saja selesai diciptakan”, 

Beliau berkata setelah putranya membacakan seluruh Maulid yang didiktekannya. 

Luar biasanya beliau adalah setiap majelis pendiktean berlangsung singkat (khafif). Untaian kata-kata yang merangkai Maulid meluncur begitu saja dari mulut beliau, mengalir seperti air. Hal ini seperti yang beliau katakan

“ini adalah ilham yang diberikan Allah kepadaku”

“Pujianku kepada Nabi SAW dapat diterima oleh mayarakat. Ini karena besarnya cintaku kepada Nabi SAW”, ujar Al-Habin Ali Al-Habsyi. 

Kemudian beliau membacakannya dihadapan khalayak pada majelis maulid, dan tentu saja tanggapan mereka sangat bagus. Kemudian lanjut untuk disebarluaskan hingga ke Makkah, Madinah, Afrika dan Indonesia. 

Di Indonesia sudah tidak asing lagi nama Simthudduror di telinga kita. Beliau Al-Habib Ali Al-Habsyi mengatakan bahwa banyak fadhilah bagi orang yang mau membaca Maulid Simthudduror seperti membacanya pada malam jum’at atau malam senin dibaca secara rutin maka kelak ketika sakaratul maut Nabi Muhammad sendiri yang akan hadir menuntun bacaan syahadat. 

Beliau juga mengatakan, 

“Barangsiapa yang membaca Maulid Simthudduror maka kekurangan kekeurangannya dalam beribadah, seperti ibadah para Wali Allah yang tidak mampu kita tiru, maka kelebihan yang dimiliki Wali tersebut akan diberikan kepada yang membaca Maulid Simthudduror untuk menambal kekurangannya dalam beribadah”, 

Sungguh berbahagia dan beruntung sekali orang yang hadir dan istiqomah dalam membaca Maulid Simthudduror.

Penulis: Muhammad Zuhdi Nadzif 

Post a Comment for "Biografi Pengarang Maulid Simthudduror dan Sejarahnya "