Bolehkah Shalat Jamaah Posisi Laki-laki dan Perempuan Sejajar?

 

JIGANG.ID - Shalat jama'ah mempunyai keutamaan yang sangat besar yaitu 27 derajat dibandingkan dengan shalat sendiri (munfarid), oleh karena itu para ulama fikih memberikan tata cara dalam melaksanakan shalat jamaah, terutama di dalam masjid. 

Posisi shalat jamaah antara laki-laki dan perempuan di dalam masjid seharusnya adalah laki-laki di barisan depan, lalu diikuti dengan jamaah perempuan di belakang shaf laki-laki. Hal ini berdasarkan pendapat Imam Qulyubi di dalam kitab Mahalli menyebutkan bahwa posisi sunnah adalah perempuan di belakang jamaah laki-laki. 

Fenomena yang sering terjadi di masjid-masjid adalah jamaah laki-laki dan perempuan sejajar dan dipisahkan dengan satir. 

Lalu apakah hal tersebut bisa membatalkan jamaah, bahkan shalat? Jawabannya adalah tidak. 

Ketika perempuan posisinya sejajar dengan laki-laki dalam shalat jamaah hukumnya tidak membatalkan shalat dan jamaah, hanya saja bisa menghilangkan keutamaan jamaah sebab dimungkinkan ada kemungkaran di dalam masjid. 

Hal ini berdasarkan pendapat Imam al-Ghazali di dalam kitab Ihya Ulumidin di juz 2 yang menjelaskan tentang kemungkaran di dalam masjid. Solusi yang diberikan oleh Imam al-Ghazali adalah dengan memberikan satir di antara laki-laki dan perempuan.

Post a Comment for "Bolehkah Shalat Jamaah Posisi Laki-laki dan Perempuan Sejajar?"