Definisi dan Syarat Wajib Puasa

Puasa Ramadhan
Sumber Citra dari Pixabay

JIGANG.ID - Puasa secara bahasa artinya adalah al-imsak; menahan. Sedangkan menurut istilah syariat islam adalah menahan (tidak melakukan) dari hal-hal yang dilarang dengan cara dan waktu tertentu. 

Dengan kata lain, menahan makan, minum dan wathi (berhubungan badan) mulai dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari. 

Syarat Wajib Puasa

Puasa secara syariat diwajibkan oleh agama Islam. Wajib itu jika ditinggalkan mendapatkan dosa/siksa, jika dilakukan mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala. Wajibnya puasa di dalam agama Islam ini hanya di bulan Ramadhan, selain bulan tersebut tidak wajib, alias sunnah saja. 

Adapun syarat wajibnya puasa di dalam kitab Yaqutun Nafis terdapat 4 hal; 

Pertama; Muslim

Semua orang muslim pada dasarnya wajib melakukan puasa, yaitu puasa ramadhan. Secara umum, semua orang Islam tanpa terkecuali dibebani oleh syariat untuk berpuasa. 

Kewajiban ini melekat sampai kapanpun, jika meninggalkan puasa ramadhan ini, maka diwajibkan pula nanti dibulan yang lain untuk meng-qadha'.

Kedua: Taklif (terbebani syariat)

Taklif artinya terbebani oleh syariat, yaitu orang-orang yang sudah balig, bagi laki-laki tanda balig bisa karena keluarnya sperma, baik dalam mimpi maupun secara sadar, sedangkan bagi perempuan adalah ketika sudah mengalami menstruasi atau keluar darah haid. 

Jika kedua hal tersebut belum dialami, maka menurut mazhab Imam Syafii di usia 15 tahun sudah menjadi balig. 

Ketiga: Ithaqah (mampu)

Mampu dalam hal ini bisa jadi karena sudah tua atau sedang sakit. Selain itu, orang yang sedang nifas atau haid juga termasuk tidak mampu secara syariat. 

Namun, ketidakmampuan tersebut bukan berarti boleh meninggalkan secara mutlak, akan tetapi di lain ramadhan tetap wajib meng-qadha' ketika keadaan sudah mampu.

Keempat: Shihhah (Sehat)

Orang sakit tidak wajib puasa, lalu apakah semua sakit diperbolehkan untuk tidak puasa? Mazhab Imam Syafii tidak boleh. Sakit tersebut mempunyai kategori khusus yaitu sakit yang diperbolehkan untuk melakukan tayamum. 

Kelima: Iqamah (mukim)

Mukim artinya tidak sedang melakukan perjalanan. Melakukan perjalanan ini dengan syarat perjalanan yang diperbolehkan dan juga jauh, bukan perjalanan menuju kemaksiatan. Jarak minimal diperbolehkannya tidak puasa ketika sudah mencapai kira-kira 98 KM. 

Jarak tersebut memang minimal orang diperbolehkan untuk meringkas shalat (qashar)

Post a Comment for "Definisi dan Syarat Wajib Puasa"