Risiko Menikahi Putri Kiai; Kisah Syaikh Yaqut al-Arsy

JIGANG.ID - Imam Asy Sya'rani radhiyallahu 'anhu berkata;

Di antara anugerah Allah ta'ala kepadaku adalah saya tidak menikah dengan putri guru saya, Syech Muhammad Asy Syinawi radhiyallahu 'anhu, sebab demi memuliakan beliau, bukan sebab alasan lainnya. Ada kaidah ;

السلامة مقدمة على الغنيمة

"Meraih keselamatan lebih penting daripada meraup keuntungan"

Menikahi putri kiai
Sumber Gambar Pixabay

Banyak orang-orang salih atau 'alim yang menikahi putri guru mereka, namun hal itulah yang justru terkadang menyebabkan kehancuran mereka.

Sayyidi Syaikh Yaqut Al 'Arsy radhiyallahu 'anhu menikah dengan putri gurunya, Syech Abul Abbas Al Mursi radhiyallahu 'anhu. Beliau tinggal bersama istri hingga wafat, selama tiga belas tahun, namun hingga beliau wafat itu sang istri masih perawan, atas keinginan sang istri.

Setiap kali ada waliyullah agung yang mengunjungi beliau namun beliau sedang mengobrol dengan sang istri maka beliau tidak akan berani menghentikan obrolan itu hanya karena tamu tersebut, meski sang tamu adalah waliyullah.

Namun setelah selesai beliau akan meminta maaf kepada tamu dan berkata, "Saya tadi sedang berbicara dengan putri guruku maka saya mohon maaf, jangan salahkan saya"

Hal ini sebagaimana kaidah ulama salaf di atas, meraih keselamatan lebih penting daripada meraup keuntungan, maka santri yang cerdas tak akan berani menikah dengan putri kyainya kecuali ia yakin bisa memenuhi hak-haknya, sebagai istri dan sebagai putri kyainya.

Ditulis oleh Ahmad Atho
Kitab Minanul Kubra, hal. 233

Posting Komentar untuk "Risiko Menikahi Putri Kiai; Kisah Syaikh Yaqut al-Arsy"