Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iklan

Rukhin Ditelpun Gus Baha

Awal-awal ngaji bersama Gus Baha di Bedukan hanya puluhan orang saja, lambat laun ratusan yang mengikuti ngaji, terutama ngaji tafsir dan minggu sore. Peserta semakin membeludak.

Rukhin dan Gus Baha

Pada saat itu, tempat parkir menjadi masalah, lahan sempit dan tidak tertata rapi. Maklum, yang datang ngaji memakai sepeda motor dan mobil.

Masalah tersebut lalu ditanggapi oleh teman-teman ngaji. Mereka punya ide agar diletakkan kotak amal tepat di tempat parkir. Siapa tau ada yg ingin beramal untuk pemuda-pemuda dan santri yang menjaga parkiran.

Tiba-tiba mereka menyuruhku, karena kebetulan aku bisa sedikit-sedikit kerajian tangan dari kayu. Aku pun menyanggupi tanpa tanya "wani piro?" Hehehe. Aku membuat kotak amal itu secara suka rela dan tidak minta bayaran.

Beberapa hari kemudian kotak amal pun jadi, dan saat kubawa ke Bedukan di tengah jln hp ku ber dering setelah kulihat eh ternyata Gus Baha'

Buru-buru aku angkat, aku mendengar Gus Baha' ngendiko, nadanya seperti marah

"Hin kowe gawe kotak yo?" kata Gus Baha dari telepon.

"Enggih" jawabku

Dengan tegas, Gus Baha' ngendiko lagi "Ojo dipasang, dosa kowe!" (Jangan dipasang, nanti dosa kamu)

Tanpa menunggu, aku langsung balik kanan sambil membawa kotak amal, aku urungkan untuk memasangnya di parkiran. Sambil berjalan, aku berpikir, gek sik ngandaniki yo sopoo.

Kalau manusia kok sepertinya tidak mungkin, mana ada jamaah ngaji yang berani tanya soal kotak amal kepad Gus Baha.

Aku pun pulang sambil menggerututu... apes-apes diplekotho konco.

Masruhin
Bantul, 25 Januari 2021

Posting Komentar untuk "Rukhin Ditelpun Gus Baha"