Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iklan

6 Hikmah Penting dalam Ibadah Haji

JIGANG.ID - Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat, dan puasa di bulan ramadhan. Ibadah haji sebagai puncak rukun Islam, pelaksanaannya berbeda dengan empat rukun Islam lainnya. Jika empat rukun Islam lainnya bisa dilaksanakan dimana saja, maka haji hanya bisa dilaksanakan di tanah suci Makkah pada waktu yang ditentukan pula. 

Hikmah haji
Sumber Gambar Pixabay

Pelaksanaan ibadah haji, selain sebagai ritual ibadah murni, juga diibaratkan sebagai rangkuman kehidupan manusia ketika masih hidup di dunia, yang nantinya sebagai bahan renungan dan bahan intropeksi bagi umat manusia dalam memposisikan dirinya sebagai hamba Allah SWT.

Ibadah haji wajib bagi sesorang yang mampu, sekali seumur hidup. Pengertian mampu disini tidak hanya dalam finansial melainkan fisik maupun kesehatan. Kewajiban bagi umat Islam untuk mengerjakan ibadah haji sebagaimana berdasarkan firman Allah: 

“Dan (diantara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan waktu) dari seluruh alam”.(QS Ali ‘Imran: 97)

Dalam melaksanakan ibadah haji tentu banyak hikmah dan ibrah yang sangat penting, dengan mengambil hikmah dan ibrah itu dapat memberikan nilai lebih dan sekaligus bisa menjadi pembuktian serta penyempurnaan bagi ke mabruran haji.

Hikmah ibadah haji bisa diartikan sebagai dampak atau pengaruh apa yang didapatkan oleh seseorang setelah melakukan ibadah haji. Ibadah haji yang telah diisyaratkan oleh Allah terdapat banyak hikmah dan ibrah yang manfaatnya akan kembali kepada manusia itu sendiri. Salah satunya akan membuatmu ingin segera berangkat ke tanah suci. Penasaran? Berikut ulasannya.

Pertama, ibadah haji sebagai penyempurnaan dari rukun Islam dan sebagai penguat terhadap ibadah-ibadah lain yang telah disyariatkan Allah SWT, seperti shalat jamaah, shalat Jum’at, salat hari raya yang menjadi sarana media pertemuan komunitas kaum muslimin dalam lingkungan yang terbatas. Selain itu, haji sebagai pencerminan puncak ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT.

Kedua, mengukuhkan persaudaraan sesama umat Islam. Ibadah haji secara tidak langsung telah menyatukan manusia Islam dari seluruh pelosok dunia. Mereka terdiri dari berbagai bangsa, ras, warna kulit dan bahasa. Tidak ada perbedaan, kecuali keimanan dan ketakwaan masing-masing. 

Hal ini membuka pandangan dan pikiran kita tentang kebenaran Alquran yang diterangkan semua dengan jelas dan nyata, sebagaimana difirmankan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13

“Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha teliti.”

Ketiga, dalam ibadah haji ini akan memunculkan sifat yang sabar. Sabar menghadapi kesulitan dan rintangan-rintangan dalam melaksanakan perintah Allah SWT, sabar tidak melanggar larangan-larangan-Nya, sabar dalam menghadapi segala cobaan. Karena ketika melaksanakan ritual ibadah haji banyak umat Islam dari berbagai negara yang berkumpul di satu tempat. 

Hal ini akan menimbulkan masalah berkenaan dengan fasilitas yang harus digunakan dengan waktu yang bersamaan maupun masalah-masalah lainnya. Maka dari itu sifat sabar harus dikedepankan karena jika sifat egois yang dikedepankan maka akan mengurangi nilai ibadah yang sedang dikerjakan.

Keempat, di antara hikmah haji dalam kehidupan kaum muslim yang melaksanakan kewajibannya adalah berupaya melestarikan, selalu ingat kepada Allah SWT, serta menguatkan ikatan cinta kepada Allah SWT, melalui kumandang talbiyah di sepanjang perjalanan menggunakan pakaian ihram di berbagai tempat di tanah suci dengan melaksanakan ibadah yang khusyuk, tawaduk, dan mengagungkan Allah sebagai puncak ketakwaan seorang hamba kepada Tuhannya. 

Kelima, setelah seseorang selesai melakukan ibadah haji maka dosa-dosanya telah dihapus dan diampuni oleh Allah SWT. Apabila melaksanakan ibadah haji dengan benar, tidak mengucapkan perkataan kotor serta tidak melakukan maksiat maka dosa-dosanya akan terhapus seperti seseorang yang dilahirkan kembali di dunia. Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah

“Barang siapa melaksanakan ibadah haji tidak berkata kotor atau melakukan hubungan seksual (rafas), atau tidak melakukan maksiat, dia kembali seperti baru dilahirkan oleh ibunya.”(HR. Bukhari dan Muslim) 

Keenam, perjalanan haji mengandung hikmah dan ibrah bagi orang yang melakukannya tentang makna pengorbanan dalam hidup agar memiliki semangat juang yang tinggi. Oleh karena itu, haji merupakan bagian dari jihad di jalan Allah SWT. 

Jihad dalam pengertian, siap berkorban meninggalkan keluarga, kampung halamannya mengorbankan harta, tenaga, waktu, mental dan masih banyak lagi. Dimana tanpa adanya pengorabanan seseorang tidak akan bisa sampai ke tanah suci untuk memenuhi panggilan Ilahi. 

Itulah hikmah dan ibrah penting dalam ibadah haji. Sesungguhnya, hanya seseorang dengan niat yang tulus yang bisa menggapai keberkahan dalam beribadah. Semoga bermanfaat.

Penulis: Luai Nada Ikrima 
Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Posting Komentar untuk "6 Hikmah Penting dalam Ibadah Haji"