6 Hal Yang Bisa Mewajibkan Mandi

JIGANG.ID - Mandi merupakan aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh manusia pada umumnya, karena mandi bisa membersihkan diri dari kotoran yang menempel di tubuh kita. Semakin sering mandi, maka semakin bersih tubuh kita.

mandi wajib
Sumber Gambar dari Pixabay

Membicarakan tentang mandi, ilmu fikih membahas ini secara khusus karena mandi bisa dihukumi sunnah, dan juga wajib. Namun, dalam tulisan ini tidak dibahas tentang sunnah mandi, melainkan wajib mandi. 

Sebelum membahas tentang hal-hal yang mewajibkan mandi, ada pentingnya diketahui terlebih dahulu definisi mandi. Secara bahasa mandi (al-ghuslu) artinya adalah mengalirkan air (as-sayalan) sedangkan menurut syariat fikih, mandi adalah mengalirkan air ke seluruh tubuh dengan niat yang telah ditentukan.

Dari definisi di atas, bisa digarisbawahi kalimat niat yang telah ditentukan. Niat adalah persoalan yang paling penting dalam fikih, sebab salah satu fungsi niat adalah untuk membedakan antara kebiasaan (adat) dan ibadah. 

Gampangnya, jika mandi diniatkan untuk melakukan sunnah hari jumat, maka aktifitas mandi tersebut terdapat unsur pahalanya. Namun, jika mandi jumat tersebut tanpa adanya niat, maka aktivitas mandi hukumnya menjadi mubah saja. atau boleh. jadi tidak ada unsur pahalanya sama sekali. 

Oke, sekarang kita akan langsung membahas tentang 6 hal yang bisa mewajibkan seseorang untuk mandi. 

Bertemunya dua alat kelamin laki-laki dan perempuan

Ketika penis berhasil memasuki vagina, maka hal tersebut sudah bisa mewajibkan seseorang wajib untuk mandi, baik pihak laki-laki maupun perempuan. Meskipun hal tersebut tidak sampai mengeluarkan sperma. 

Bahkan, ada juga beberapa ulama yang mempunyai pendapat meskipun itu hanya nempel saja, jadi belum masuk ke lubang vagina.

Jadi, ketika penis berhasil masuk atau sekedar nempel ke vagina, maka hal itu sudah bisa mewajibkan mandi. 

Mengeluarkan Sperma

Ketika seseorang mengeluarkan sperma yang ditandai dengan ciri-ciri; keluar dengan rasa yang enak dan nyendal-nyendal (crat-crot) maka hal itu sudah termasuk bisa mewajibkan mandi. 

Meskipun keluarnya itu dengan sengaja maupunt tidak disengaja. Baik dalam keadaan tidur maupun terjaga. Jika dilihat dari ciri-cirinya, sperma itu baunya amis dan warnanya kental, bukan bening. Meskipun dalam keadaan tertidur, dan tidak ingat bahwa apakah tadi rasanya enak atau tidak, maka bisa dilihat dari ciri-ciri wujudnya sperma tersebut. 

Haid

Seorang perempuan yang sedang haid, lalu tiba masa sucinya, maka hal tersebut bisa mewajibkan untuk mandi. 

Nifas

Nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan. Ketika perempuan melahirkan bayi, lalu terdapat darah yang keluar setelah persalinan, maka itulah nifas. Pada umumnya nifas berlangsung sekitar 40 hari, paling lama 60 hari. Jika lebih dari itu, maka bisa dilihat terlebih dahulu ciri-cirinya, apakah darah haid atau darah istihadhah. 

Melahirkan

Bagi perempuan yang melahirkan, yaitu mengeluarkan janin dari rahim, maka wajib hukumnya untuk mandi. Meskipun mandinya tersebut masih dalam keadaan nifas. Lalu, bagaimana jika ia melahirkan janin yang masih berwujud darah atau bahkan daging saja? 

Jawabannya itu sudah termasuk kategori melahirkan, jadi ia tetap wajib mandi. 

Mati

Terakhir, hal yang bisa mewajibkan mandi adalah mati. Jika seorang muslim meninggal dunia, maka wajib bagi muslim yang lain untuk memandikannya, hukumnya fardu kifayah. Jika tidak ada air untuk memandikan jenazah, maka cukup tayamum. 

Hal ini tidak berlaku untuk muslim yang meninggal dunia karena syahid di medan perang.

Demikianlah hal-hal yang bisa mewajibkan seseorang untuk mandi. Semoga bisa memberikan manfaat. Dukung kami dengan menyebarkan konten ini. 

Penulis: Abdul Ghafur
Sumber: Kitab Yaqutun Nafis karya Sayyid Ahmad bin Umar Asy-Syathiri

Post a Comment for "6 Hal Yang Bisa Mewajibkan Mandi"