Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iklan

Tentang Film Pendek MY FLAG, Apakah NU Anti Cadar?

NU anti cadar?

JIGANG.ID - Tayangan film pendek berjudul My Flag telah menggegerkan masyarakat Islam di Indonesia. Film tersebut diproduksi dan ditayangkan oleh Nahdlatul Ulama di saluran Youtubenya berjudul My Flag - Merah Putih vs Radikalisme

Film tersebut menceritakan tentang refleksi perjuangan para pendahulu bangsa yang mempertahankan NKRI lalu merepresentasikan perjuangan tersebut dengan menyatukan bangsa melalui simbol bendera, yaitu bendera merah putih.

Perbedaan Pendapat tentang Memakai Cadar

Sebenarnya dalam persoalan cadar ini sudah menjadi perdebatan yang sudah lama terjadi. Banyak sekali ulama-ulama yang mempunyai perbedaan pendapat terkait hal tersebut.

Ulama Malikiyah dan Hanafiyah mengatakan bahwa wajah dan telapak tangan tidak termasuk aurat, sedangkan Syafiiyyah dan Hanabilah berpendapat bahwa wajah dan telapak tangan termasuk aurat sehingga wajib ditutupi dengan memakai cadar. 

Dari mana perbedaan itu dihasilkan? Dari ayat "illa ma dhahara minha" pada QS. An-Nur ayat 31. Tekanan pada ayat itulah yang menyebabkan perbedaan pendapat tentang apa yang pantas tampak (aurat) selain salat dan bersama mahram. 

Hal ini bisa dilacak lebih jauh lagi di kitab yang paling dasar fikih yaitu safinatun naja, atau jika tidak pada kitab fathul qarib. 

pada kitab yang mazhab syafiiyah tersebut secara jelas mengatakan bahwa aurat perempuan ketika salat adalah seluruh tubuh. Meskipun terdapat perbedaan pendapat. 

Bagaimana Tentang NU?

NU secara organisasi yang didirikan oleh KH Hasyim Asyari telah memberikan pondasi yang jelas dalam persoalan mazhab fikih. Secara jelas di dalam kitab Risalah Ahlusunnah Wal jamaah karya beliau sendiri memberikan penjelasan bahwa NU secara fikih maupun manhajnya mengikuti 4 imam mazhab, yakni Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali. 

Dari perbedaan pendapat tentang cadar sekaligus adanya NU yang mengikuti mazhab empat, menjadi tidak etis ketika menyudutkan para perempuan yang memakai cadar, atau memberikan diskriminasi terhadapnya. 

Seharusnya kita bisa menghargai perbedaan pendapat tersebut dengan cara tidak menyalahkan orang yang memakai cadar sebagai simbol radikalisme agama Islam.

Meskipun, faktanya kebanyakan radikalisme Islam dan terorisme itu mengenakan atribut cadar, tapi juga tidak menjadi elok ketika melakukan gebyah uyah dengan memberikan kesimpulan bahwa cadar adalah teroris dan radikalis.

Sebaiknya kita bisa memberikan alternatif yang lebih toleran, dengan memberikan padangan tentang radikalisme dan terorisme itu bukan persoalan atribut, namun persoalan pemahaman. Yaitu, pemahaman yang salah terkait Islam dan ajaran-ajarannya. 

Penulis Qowim Musthofa
Disarikan dari kanal Youtube Gusrumchannel

Posting Komentar untuk "Tentang Film Pendek MY FLAG, Apakah NU Anti Cadar?"