Sikap Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Saat Dihina dan Disakiti

Rumah Allah baitullah

JIGANG.ID - Umat Islam di seluruh dunia sedang marah disebabkan karikatur Nabi Muhammad di Prancis oleh majalah Charlie Hebdo.

Banyak aksi-aksi boikot produk dari Prancis sebagai bentuk protes atas sikap pemerintah Prancis yang tidak bisa membedakan aksi-aksi separatis yang terjadi di Prancis dengan konteks Islam di seluruh dunia.

Berkaitan dengan hal itu, kita harus kembali menilik kisah-kisah teladan dari Nabi Muhammad ketika ia disakiti dan dihina. Bagaimana sikap beliau pada saat itu? 

Ditolah Penduduk Thaif

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari ketika ditanya oleh Sayyidah Aisyah "Apa yang memberatkan engkau selain perang Uhud?

"Ada, yaitu hari Aqabah ketika sampai di Thaif. Ketika saya membutuhkan pertolongan di Thaif meminta perlindungan oleh penduduk Thaif, namun tidak ada yang menerimaku."

Ketika itu, Nabi Muhammad dilempari batu dan diejek oleh sekian banyak orang, sehingga Jibril mendatangi Rasulullah bersama dengan malaikat gunung. 

Lalu mengatakan "Seandainya engkau memperbolehkan gunung ini untuk lemparkan kepada mereka, niscaya akan aku lemparkan kepada mereka yang menyakitimu"

Nabi lalu menjawab "Jangan, namun aku mengharapkan anak dan cucu mereka adalah orang-orang yang akan menyembah Allah ta'ala"

A'rabi Yang Menyakiti Nabi

Diriwayatkan di dalam Hadis Bukhari Muslim, suatu hari Nabi pernah didatangi oleh seorang A'rabi lalu ia menarik baju di leher Nabi Muhammad dengan tarikan yang sangat kuat sehingga menyakiti Rasulullah.

"Ya Rasulallah, beri aku harta Allah" pinta seorang A'rabi. Nabi tidak marah sama sekali, justru nabi tertawa lalu memberikannya sehelai baju. 

Hendak Dibunuh

Namanya adalah Fadhalah bin Umair. Ketika Nabi sedang thawaf, ia mendekati Rasulullah yang mempunyai niat untuk membunuh.

"Apakah engkau Fadhalah?" Tanya Rasulullah.

"Iya, Ya Rasulallah saya Fadhalan bin Umair" jawabnya.

"Apa yang ada di hatimu wahai Fadhalah?" Nabi memastikan karena ia tahu bahwa Fadlalah ingin membunuhnya.

"Tidak ada, Ya Rasulallah. Saya hanya ingat kepada Allah ta'ala" Jawabnya seketika. 

Nabi tertawa saja melihat tingkah Fadlalah. Lalu Nabi mengatakan; "Mintalah ampun kepada Allah" lalu Nabi meletakkan tangannya di dada Fadlalah sambil mendoakannya. Lalu Fadlalah menjadi tenang dan mengurungkan niat untuk membunuh Rasulullah.

"Demi Allah, sejak tangan Nabi berada di dadaku, tidak ada lagi makhluk yang lebih aku cintai daripada Muhammad Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam" Kata Fadlalah.

Satu kisah lagi tentang Syaibah. Ia ingin membunuh Rasulullah karena ingin membalaskan dendam atas kematian orang-orang Quraisy ketika perang Badar. 

Syaibah mendekat kepada Rasulullah hendak membunuhnya, sejurus kemudia Rasulullah meletakkan tangannya di dada Syaibah lalu berdoa "Ya Allah, lindungan Syaibah dari syetan" 

"Sejak saat itu juga tidak ada manusia yang lebih aku cintai daripada Muhammad Shallallah Alaihi Wasallam" Kata Syaibah. 

Itulah teladan Nabi Muhammad yang seharusnya bisa ditiru oleh Umat Islam di seluruh dunia. Semoga kita semua bisa meneladani dan mendapatkan Syafaat di hari kiamat kelak.

Disarikan dari video youtube Gusrumchannel yang berjudul Inilah Sikap Nabi Muhammad Saat Dihina dan Disakiti

Post a Comment for "Sikap Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Saat Dihina dan Disakiti"