Ulama-ulama Penerus Akidah Asyariyah

Pixabay

Penulis: Qowim Musthofa

JIGANG.ID - Islam sebagai agama mempunyai pondasi keimanan yang diyakini sebagai kebenaran. Salah satunya adalah persoalan akidah. Di dalam bidang akidah ini, ahlussunnah wal jamaah dalam versi KH. Hasyim Asyari dalam kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jama'ah adalah mengikuti imam Abu Hasan Al-Asy'ari dan Imam al-Maturidi. 

Kedua imam dalam bidang akidah tersebut diakui sebagai pemikir islam, dari hasil pemikirannya tersebut yang kemudian dijadikan sebagai rujukan dan mazhab. Sebab itulah mazhab Asyariyah dan Maturidiyah banyak yang mengembangkannya. 

Siapa Abu Hasan Al-Asyari?

Ia lahir di Irak pada tahun 260 H/874 M dan wafat pada tahun 324 H./936 M.  Di usianya yang 62 tahun itu, ia belajar di Basrah lalu kemudian ke Baghdad. Awalnya ia adalah seorang yang mengikuti pemikiran Muktazilah selama 40 tahun, bahkan ada yang berpendapat bahwa ia dididik akidah melalui doktrin Muktazilah.

Selama ia mengikuti pendapat Muktazilah yang mengatakan bahwa Alquran adalah makhluk, ada tempat di antara surga dan neraka bagi orang yang amal baik dan buruknya sama, dll. Namun ia mulai meragukan pendapat Muktazilah ketika sedang berdiskusi membahas tentang nasib seseorang di akhirat. Kisah tersebut teramat masyhur, yakni dialog Abu Hasan Al-Asyari dengan Al-Jubbai, salah satu pembesar Muktazilah. 

Pengikut Asy'ariyah

Sebab kemashuran dan kealiman Abu Hasan Al-Asyari, pemikirannya dikembangkan oleh banyak ulama terkemuka. Berikut ini adalah 7 generasi ulama yang meneruskan pemikiran akidah al-Asy'ari:

Generasi Pertama

  1. Abu Bakar al-Baqilani (wafat. 403 H)
  2. Abu Bakar bin Faurak ( wafat 406 H)
  3. Abu Hamid Al-Isfirayini (wafat 406 H)
  4. Abu Ishaq Al-Isfirayini (wafat 418 H)
  5. Abu Bakar al-Baihaqi (wafat 458 H)
  6. Al-Khatib al-Baghdadi (wafat 463 H)
  7. Abu Walid al-Baji (wafat 474 H)
  8. Abu Ishaq Al-Syirazi (wafat 476 H)
  9. Abul Ma'ali al-Juwaini (wafat 478 H)

Generasi Kedua

  1. Abu Hamid al-Ghazali (w. 505 H)
  2. Abu al-Qasim al-Anshari (w. 511 H)
  3. Ibn Ruyd (w. 520 H) dikenal dengan nama Averos.
  4. Abu Bakar ibnu Arabi (w. 543 H)
  5. Abu al-Fath al-Syahrastani (w. 548 H) 
  6. Ibnu Asakir (w. 571 H)

Generasi Ketiga

  1. Fakhruddin Ar-Razi (w. 606 H)
  2. Abu Qasim al-Rafii (w. 623 H)
  3. Saifudin al-Amadi (w. 631 H)
  4. Ibnul Hajib (w. 646 H) 
  5. Izzuddin bin Abdi Salam (w. 660 H)
  6. Imam Nawawi (w. 676 H)
  7. Nasirudin al-Baidhawi (w. 691 H)

Generasi Keempat

  1. Ibnu Daqiq (w. 702 H)
  2. Kamaludin al-Zamlakani (w. 727 H)
  3. Adduddin al-Iji (w. 757)
  4. Syamsuddin al-Kirmani (w. 786 H)
  5. Taqiyuddin as-Subki (w. 771 H)
  6. Sa'duddin al-Taftazani (w. 793 H) 

Generasi Kelima

  1. Sirajjuddin al-Bulqini (w. 805 H)
  2. Zainuddin al-Iraqi (w. 806 H)
  3. Ibnu Khaldun (w. 808 H)
  4. al-Syarif Jurjani (w. 816 H)
  5. Ibnu Hajar al-Atsqalani (w. 852 H)
  6. Muhammad bin Yusuf Sanusi (w. 895 H) 

Generasi Keenam

  1. Syamsuddin al-Sakhawi (w. 902 H) 
  2. Jalauddin as-Suyuthi (w. 911 H) 
  3. Syihabudin al-Qasthalani (w. 923 H.)
  4. Abdul Wahhab Al-Sya'roni (w. 973 H)
  5. Ibnu Hajar al-Haitami (w. 974 H) 

Generasi Ketujuh 

  1. Syamsuddin al-Ramli (w. 1004 H)

Beberapa generasi hingga ketujuh di atas hasil dari rangkuman kitab Ibnu Asakir berjudul Tabyin Kadzib al-Muftari.

Dari nama-nama ulama yang disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengikut Asy'ariyah adalah kalangan ulama papan atas yang berasal dari berbagai bidang keilmuan Islam, mulai dari ilmu tafsir, fiqih, hadis, ushul, hingga bahasa. 

Posting Komentar untuk "Ulama-ulama Penerus Akidah Asyariyah"