Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iklan

Strategi Jualan di WhatApp Business Secara Efektif

JIGANG.ID - WhatsApp, sebagai salah satu media sosial berbasis chat merupakan media sosial yang sudah mencapai 2 juta pengguna di seluruh dunia pada tahun 2020 ini, dan di Indonesia 83% dari pengguna internet juga menggunakan WhatsApp sebagai aplikasi yang digunakan untuk saling berkomunikasi.

Ini merupakan kabar baik bagi para pebisnis online, mereka menggunakan WhatsApp sebagai tempat untuk melayani pelanggan dan sekaligus mempromosikan jualannya, apalagi kini WhatsApp sudah mengeluarkan versi terbarunya yaitu bisa update status di story WhatsApp, layaknya Instagram.

Lagi-lagi ini berita yang menggembirakan.

Lalu, bagaimana sih strategi yang ampuh agar bisa mempromosikan dagangan di WhatsApp? Berikut ini adalah tips-tips sederhana tapi jitu strategi jualan di WhatsApp.

Unduh WhatsApp Bussines

Disebabkan banyak orang-orang yang menggunakan WhatsApp sebagai platform transaksi, pihak WhatsApp kini menyediakan aplikasi khusus untuk urusan Bisnis di WhatsApp. Kalian bisa menggunakan ini dengan mengunduh di Play Store/App Store. 

Setelah mengunduh jangan lupa siapkan semuanya dengan baik dan benar. Karena fitur-fitur yang diberikan oleh WhatsApp sangat lengkap dan cukup untuk membantu mengelola calon pembeli, mulai dari pelayanan hingga pembayaran. Ini merupakan salah satu strategi jualan di WhatsApp. 

Di antara fitur-fitur yang bisa digunakan adalah; 

  1. Mengatur nama bisnis, email, informasi, tautan hingga alamat secara detail. 
  2. Balas cepat
  3. Katalog 
  4. Salam otomatis 
  5. Memberikan label pada calon pembeli 
  6. Pesan Siaran/Broadcast.
Dari beberapa fitur tersebut, silakan untuk dioptimalkan, sebab hal tersebut bisa sangat membantu kita untuk memudahkan dan mempercepat proses follow up calon pembeli agar strategi jualan di WhatsApp ini menjadi lebih optimal. 

Perbanyak Kontak 

Jumlah kontak adalah kunci pertama strategi jualan di WhatsApp, fitur update story di WhatsApp bisa dioptimalkan untuk berdagang jika kita punya kontak yang banyak di buku telepon kita. Simpanlah kotak sebanyak-banyakya, tapi jangan lupa untuk meminta teman kita menyimpan juga nomor kita di WhatsApp. 

Jika tidak saling menyimpan, maka story yang kita buat di WhatsApp tidak bisa terlihat oleh orang lain. Semakin banyak kontak yang kita simpan, semakin besar pula kemungkinan closing order. 

Lalu bagaimana caranya agar orang lain berkenan menyimpan kotak kita? Nah, ini masalahnya.

Masing-masing dari akun WhatsApp kita, pasti banyak sekali grup-grup yang kita ikuti, baik grup yang sengaja dibuat, atau grup-grup yang membingungkan antara penting dan nggak penting. 

Biasakan aktif di grup, sekedar menyapa atau menanggapi postingan-postingan di grup, jika ada berita-berita yang agak meragukan validitasnya, coba dikonfirmasi lalu memberikan solusi. Intinya aktif di grup. 

Jika sudah aktif, cobalah dijapri satu persatu, sekedar menanyakan kabar atau memberitahukan info-info terbaru. Memang, tidak semua orang itu membaca postingan di grup, apalagi grup-grup yang kategorinya sekedar alumni …. Paguyuban …. atau yang semacamnya. 

Namun hal itu bisa membantu kita untuk lebih dikenal dan orang lain berkenan menyimpan nomor kita. Setelah kita aktif dan saling berhubungan di grup, mintalah mereka untuk menyimpan nomor kontak di chat pribadi. Bukan di grup. 

Lumayan jika setiap hari kalian bisa menyimpan 3 nomor kontak. Dalam jangka waktu 1 bulan kontak kalian sudah bertambah 90. Lumayan kan? 

Hindari nye(S)pam 

Nyampah itu aktivitas paling menjengkelkan. Tidak hanya di dunia fisik, tetapi juga di dunia maya. Apa sih bentuk nyepam/nyampah di dunia maya? 

Jawabannya adalah banyak. Misalnya, posting share-share an di grup setiap hari tentang produk-produk jualan. Setiap grup yang diikuti semuanya dishare di sana. Ini sering terjadi, kalian pasti punya teman di kontak yang bergabung lebih dari satu grup yang sama. 

Dan, ia memposting konten yang sama di grup yang berbeda. Bagaimana sikap kalian? Sekali dua kali mungkin biasa saja, namun kalau berkali-kali dan setiap hari. Dipastikan kita akan merasa rishi. 

“Ini orang jualan tiap hari di grup yang diposting itu-itu terus” di dalam hati. 

Nah, itulah nyepam. 

Sebagai penjual di WhatsApp, jangan sampai kita nyepam dagangan yang sedemikian itu. Kecuali, jika ada grup khusus yang memang dijadikan sebagai media berjualan. Dan biasanya ini tidak begitu efektif. 

Sebisa mungkin hindari segala bentuk spam yang membuat orang lain menjadi risih dengan kita. Jujur saja, saya beberapa kali memblock akun WhatsApp karena hampir seminggu sekali nyepam dengan mengirimi saya produk-produk yang dimilikinya. 

Sungguh ini terasa amat menjengkelkan. 

Bayangkan saja, jika kita tiba-tiba didatangi penjual seminggu sekali ke rumah kita, tanpa basa-basi dan haha-hihi dianya nyrocos saja sana-sini menawarkan produk dan segala macamnya. Jengkel nggak sih? 

Hal ini berbeda jika kita japri baik-baik terlebih dahulu, kita nanya kabar dan lain-lain setelah itu sekiranya tidak mengganggu waktunya, baru deh kita tawarkan produk kita. Apalagi, kalau kita sampai perhatian dengan mengedukasi calon pembeli. 

Wah, hasilnya bisa mantap betul. 

Strategi 3-1-3-1 

Apa itu strategi 3-1-3-1? 3 kali sharing kegiatan, 1 konten jualan, 3 kali posting kegiatan, 1 kali posting produk. 

Masih belum paham? Sabar, pelan-pelan. 

Harus dipahami terlebih dahulu, psikologi orang yang menggunakan media sosial itu pada dasarnya adalah untuk bersosial, bukan untuk mencari produk. Jadi, sangat kecil sekali kemungkinannya orang lain membuka strory WhatsApp kita tujuannya adalah mencari produk. Kecuali kita sudah punya brand tersendiri dan besar terutama. 

Nah, oleh karena itu, sadarilah. Orang lain melihat di status WhatsApp itu yang untuk hiburan dengan melihat postingan-postingan yang, mungkin lucu, kisah inspiratif, atau curhat. Cekakak. (story curhat ini yang sering digunakan untuk bahan ghibah. Astaghfirullah…) 

Berikan interval khusus untuk jadwal posting produk. Coba lihat ini: 

Kutipan inspiratif 

Video pendek lucu 

Foto kegiatan 

Produk jualan 

Konten receh sehari-hari 

Video pendek inspiratif 

Kutipan lucu 

Produk jualan  - Begitu seterusnya. 

Asumsinya, dengan cara seperti demikian. Orang lain akan tidak sengaja melihat produk kita. Dan biasanya penasaran. 

Coba pahami terlebih dahulu. Apakah ada orang yang sengaja ingin melihat iklan produk? Atau adakah orang yang secara sengaja menyisihkan waktunya demi melihat iklan, misalnya dengan mengatakan

“Eh, nanti jam 7 ada iklan produk sabun cuci baru lho di tivi. Yuk nonton bareng yuk” 

Saya kira hanya orang gila yang mengatakan seperti itu. Hahahhaa… 

Intinya, biarkan pelanggan melihat produk kita dengan cara yang tidak mereka sadari. Dan, postingan terakhir diusahakan jangan produk, tetapi konten-konten yang sudah kita siapkan. 

Fungsinya apa? Biar orang lain penasaran lalu bersedia klik status WhatsApp kita. Biasanya orang lain itu kepo dengan kegiatan kita sehari-harinya bukan karena ingin melihat produk kita.

Nah itulah strategi yang semoga bermanfaat. Semoga ini bisa dipraktikkan dan jualan kita makin berkah dan laris. Bagikan konten ini jika menurut kalian bermanfaat :)

Salam

Pinter Ngaji Pinter Dagang



Posting Komentar untuk "Strategi Jualan di WhatApp Business Secara Efektif"